top of page

Siaran Pers: Enam Film Terbaik di Festival Film Bulanan 2023 Akan Hadiri di Festival Film Pendek di Prancis

Atmakanta Studio of Innovative Documentary

29 janv. 2024

Published by Indonesia's Ministry of Tourism and Creative Economy, January 29, 2024.

Originally published here.


SIARAN PERS

KEMENTERIAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF/BADAN PARIWISATA DAN EKONOMI KREATIF


Jakarta, 29 Januari 2024 - Enam film peraih Penghargaan Festival Bulanan 2023 yang merupakan bagian dari program Kemenparekraf/Baparekraf akan hadir di Film Market Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024 di Prancis pada 2-13 Februari 2023. 


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (29/1/2024), mengatakan bahwa Festival Film Bulanan 2024 kembali dengan wajah baru untuk melambangkan semangat yang lebih kuat dalam mendukung ekraf Indonesia. 


“Dua tahun pelaksanaan Festival Film Bulanan mendapatkan total hampir 1500 submisi film yang berasal dari 1200 komunitas di berbagai daerah, dan pada tahun 2024 Fesbul 2024 akan hadir di Film Market Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024, di Prancis,” kata Menparekraf Sandiaga. 


Keenam film tersebut dari Kategori Ide Cerita Terbaik yakni Romansa di Balik Pagar Akal, Rumah Produksi Hura Haru Film, Bandung Jawa Barat.


Kategori Visual Terbaik, yaitu Pepadu, Rumah Produksi Ruang Tengah Creative, Lombok, NTB


Kategori Audio Terbaik, yaitu Facticity, Rumah Produksi Javania Films dan Rupa Rupa Films, Bantul, DIY.


Kategori Film Dokumenter Terbaik, dengan Sailum: Song of The Rustiling Leaves, Rumah Produksi Project Multatuli dan Atmakanta Studio, Timor Tengah Utara (TTU), NTT.


Kategori Film Fiksi Terbaik, Basri & Salma In a Never-Ending Comedy, Rumah Produksi Hore Pictures, Makassar, Sulawesi Selatan.


Dan tambahan film sebagai initiatif program yg terpilih masuk ke film market  Clermont Ferrand adalah karya Nirartha Bas Diwangkara dari rumah produksi komunitas film Sarad, berjudul Where The Wild Frangipanis Grow.


Direktur Musik, Film dan Animasi, Kemenparekraf/Baparekraf Mohammad Amin, yang hadir secara online, menyampaikan bahwa para sineas Indonesia yang hadir di Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024 diharapkan dapat menimba ilmu lebih banyak dari sineas dunia.


“Kalau kita ke Clermont-Ferrand kita juga belajar di sana itu sepertinya lebih cocok ke festival film bulanan yang fokusnya pada film pendek,” kata Amin. 

Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi, dan Radio, Kemenparekraf/Baparekraf, Iman Santosa, mengatakan Fesbul 2024 terselenggara berkat bekerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis. 


“Kerja sama ini diharapkan bisa menggabungkan atau menyatukan gagasan-gagasan, keahlian-keahlian yang dimiliki sineas dari kedua negara, untuk diimplementasikan dalam bentuk kerja sama dan banyak hal yang bisa dilakukan untuk kemajuan kedua negara,” kata Iman. 


Sementara itu, Konselor Kerja Sama dan Kebudayaan Kedubes Prancis, Jules Irrmann, mengungkapkan rasa senang dapat bekerja sama dengan Kemenparekraf/Baparekraf khususnya dalam program Festival Film Bulanan 2024. 


“Banyak hal yang bisa kita kerja samakan untuk membangun industri kreatif di kedua negara ini, khususnya di industri perfilman,” kata Jules. 


I Gusti Ayu Dewi Hendriyani

Kepala Biro Komunikasi

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

bottom of page