top of page

6 Film Indonesia Akan Tayang di Festival Film Pendek Prancis 2024

Atmakanta Studio of Innovative Documentary

30 janv. 2024

Featured on Good News From Indonesia (GNFI), January 30, 2024.

Originally published here.


Enam film karya sineas Indonesia bakal tayang di The Clermont-Ferrand International Short Film Festival di Prancis pada 2—13 Februari 2024. Film-film itu sebelumnya berhasil memenangkan penghargaan Festival Film Bulanan (FESBUL) 2023 yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI pada 9 Desember lalu.


Judul keenam film tersebut antara lain: “Romansa di Balik Pagar Akal”, pemenang kategori Ide Cerita Terbaik dari rumah produksi Hura Haru Film, Bandung, Jawa Barat. Kemudian, “Pepadu”, pemenang kategori Visual Terbaik dari rumah produksi Ruang Tengah Creative, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).


“Facticity”, pemenang kategori Audio Terbaik dari rumah produksi Javania Films dan Rupa Rupa Films, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). “Sailum: Song of The Rustiling Leaves”, pemenang kategori Film Dokumenter Terbaik dari rumah produksi Project Multatuli dan Atmakanta Studio, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Lalu, pemenang kategori Film Fiksi Terbaik, “Basri & Salma In a Never-Ending Comedy” dari rumah produksi Hore Pictures, Makassar, Sulawesi Selatan. Di samping lima film tersebut, ada tambahan satu film sebagai initiatif program yg terpilih masuk ke Film Market Clermont-Ferrand. Judul film itu “Where The Wild Frangipanis Grow” karya Nirartha Bas Diwangkara dari rumah produksi komunitas Film Sarad, Bali.


Menparekraf RI Sandiaga Uno menyebut, FESBUL 2024 bakal hadir dengan wajah baru. Selama dua tahun, festival ini mendapatkan hampir 1.500 submisi film yang berasal dari 1.200 komunitas di berbagai daerah.


“Fesbul 2024 akan hadir di Film Market Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024 di Prancis,” ungkapnya dalam "The Weekly Brief With Sandi Uno", Senin (29/1/2024). Para pemenang FESBUL tahun lalu mendapat kesempatan untuk memasarkan karya mereka, menjalin relasi, dan mengeksplorasi peluang kolaborasi.


Direktur Musik, Film dan Animasi, Kemenparekraf RI Mohammad Amin menyampaikan harapannya agar para sineas Indonesia yang bakal menghadiri Clermont-Ferrand International Short Film Festival 2024 dapat menimba ilmu lebih banyak dari sineas dunia.


“Kalau kita ke Clermont-Ferrand, kita juga belajar di sana itu sepertinya lebih cocok ke festival film bulanan yang fokusnya pada film pendek,” ucapnya.


Sementara itu, Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi, dan Radio, Kemenparekraf RI Iman Santosa mengatakan, Fesbul 2024 terselenggara berkat kerja sama dengan Kedutaan Besar Prancis.


“Kerja sama ini diharapkan bisa menggabungkan atau menyatukan gagasan-gagasan, keahlian-keahlian yang dimiliki sineas dari kedua negara, untuk diimplementasikan dalam bentuk kerja sama dan banyak hal yang bisa dilakukan untuk kemajuan kedua negara,” tandas Iman.

bottom of page